Happiness Research Institute merilis hasil penelitiannya terhadap pengguna sosial media. salah satu kesimpulan dari penelitian tersebut adalah sosial media mengacaukan persepsi kita tentang realitas hidup yang sebenarnya dan tentang bagaimana orang-orang menjalani kehidupannya.
Sebagian orang memang lebih suka memposting pengalaman bahagia dalam hidupnya, sehingga orang tersebut terkesan lebih bahagia dibandingkan realitas yang ada. Sayangnya tidak semua orang mamapu mengatasi rasa iri terhadap kebahagiaan orang lain. sehingga menganggap dirinya memiliki kehidupan yang kurang beruntung dibandingkan yang lain.
Dari publikasi penelitian ini saya rasa perlu menyampaikan beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar penggunaan sosial media ini tetap membawa dampak positif bagi kita:
- Yakini bahwa sosial media tidak menampilkan gambaran utuh tentang kehidupan seseorang. Setiap orang pasti memiliki masa kejayaan dan kejatuhannya. Setiap orang tentu pernah mengalami momen sedih dan momen bahagia. Bahkan dibalik kesuksesan seseorang seringkali terdapat kisah perjuangan dan penderitaan yang jarang diketahui orang lain.
- Bagi seorang muslim, jika seseorang itu susah melihat orang lain senang | senang melihat orang lain susah -- maka itu adalah pertanda hatinya sedang sakit. Iri dan dengki adalah salah satu penyakit hati yang harus dihilangkan.
- (belum bisa saya tulis di sini, silakan jika ada yang bantu melengkapi)
publikasi penelitian ini bisa didownload secara gratis di http://www.happinessresearchinstitute.com/download/i/mark_dl/u/4012182887/4624845731/The%20Facebook%20Experiment.pdf



Posting Komentar